Brand Board Standard
Skill ini membuat setiap brand board memakai kerangka section yang sama, sehingga brand yang berbeda (karakter, warna, tone berbeda) tetap bisa dibandingkan, di-review, dan di-handoff dengan cara yang sama.
Standar ini diturunkan dari analisis 4 board referensi (Pawang.dev, DukunKode, Gus Kode, Ning Kode). Tiap board kuat di area berbeda, jadi standar ini menggabungkan yang terbaik dari masing-masing. Spesifikasi lengkap tiap section ada di references/section-spec.md.
Kenapa standar ini ada
Tanpa kerangka tetap, board baru cenderung melewatkan section yang tidak terpikir saat itu (versi logo gelap, font kode, microcopy untuk state error). Hasilnya brand tidak bisa dipakai konsisten oleh tim lain. Kerangka tetap memaksa pertanyaan yang sama diajukan ke setiap brand.
Pilih cakupan: bertingkat atau lengkap
Ada dua cakupan. Default-nya bertingkat. Pakai cakupan lengkap hanya jika user menyatakannya secara eksplisit (misalnya "mode lengkap", "semua section", "full", "isi semuanya"). Bila user tidak menyebut apa pun, gunakan bertingkat dan jangan bertanya.
| Bertingkat (default) | Lengkap | |
|---|---|---|
| Tier 1 (7 section) | Wajib | Wajib |
| Tier 2 (7 section) | Hanya jika brand punya elemennya | Wajib, pakai versi minimal bila brand tidak punya |
| Tier 3 (2 section) | Hanya jika relevan | Wajib, pakai versi minimal bila tidak relevan |
| Section dilewati | Dicatat beserta alasannya | Tidak ada |
| Cocok untuk | Brand yang sudah punya identitas jelas, board ringkas | Template seragam lintas brand, dokumentasi menyeluruh |
Di cakupan lengkap, setiap section punya "versi minimal" (lihat references/section-spec.md) supaya tidak terasa dipaksakan: isinya diturunkan dari logo, tagline, dan bidang usaha, bukan mengarang elemen yang tidak cocok. Section yang seluruh isinya turunan ditandai [ASUMSI] satu kali di judul section, bukan per baris (lihat aturan penandaan di bawah).
Tiga mode kerja
Tentukan mode dari permintaan user, lalu ikuti alurnya. Cakupan (bertingkat/lengkap) berlaku di ketiganya.
Mode A: Buat brand board baru
- Kumpulkan brief minimum. Cek dulu apa yang sudah ada di percakapan, jangan tanya ulang. Yang dibutuhkan:
- Nama brand dan tagline (atau 3 pilar nilai)
- Bidang usaha dan target audiens
- Karakter/tone (misalnya hangat, misterius, formal) dan kalau ada, konsep budaya atau maskot
- Preferensi warna (opsional, bisa diusulkan) Kalau brief kurang, tanyakan paling banyak 3 hal sekaligus, sisanya isi dengan asumsi yang ditulis eksplisit.
- Tentukan cakupan (default bertingkat) dan, bila bertingkat, pilih section Tier 2/3 yang relevan.
- Hasilkan Brand Spec memakai
assets/brand-spec-template.md. Ini dokumen Markdown yang mengisi setiap section, dan menjadi sumber kebenaran tunggal. - Hasilkan prompt gambar (satu prompt per board) yang diturunkan dari Brand Spec, mengikuti "Layout kanvas" di
references/section-spec.md. Claude tidak menggambar board-nya sendiri, jadi prompt ini yang dipakai di tool image generation pilihan user. - Jalankan checklist QA sebelum menyerahkan hasil.
Mode B: Audit board yang sudah ada
- Petakan isi board ke daftar section standar (16 section). Tanpa permintaan khusus, nilai terhadap cakupan bertingkat; bila user minta lengkap, semua 16 section dihitung wajib.
- Keluarkan tabel: section, status (✅ lengkap / ⚠️ parsial / ❌ tidak ada), dan catatan kekurangan spesifik (misalnya "tipografi tidak punya font kode").
- Urutkan temuan: Tier 1 yang hilang dulu, lalu kelengkapan isi, lalu Tier 2 dan 3.
- Tawarkan membuat patch Brand Spec yang menambal gap tersebut.
Mode C: Samakan beberapa board
Jalankan Mode B pada tiap board, tampilkan matriks perbandingan, lalu usulkan section yang perlu ditambahkan ke masing-masing.
Struktur standar (ringkas)
Urutan dan penomoran ini tetap. Jangan mengubahnya antar brand, supaya pembaca selalu tahu di mana mencari sesuatu. Satu section = satu topik, tidak ada section yang digabung.
Tier 1: Wajib di semua board, di kedua cakupan
| # | Section | Isi minimum |
|---|---|---|
| 1 | Hero | Logo utama, tagline, ilustrasi/visual utama, satu kalimat pendamping, 3 pilar |
| 2 | Variasi Logo | Horizontal, vertikal, ikon/app icon, minimalis, versi gelap, favicon |
| 3 | Palet Warna | Minimal 4 warna; tiap warna punya nama, hex, dan peran |
| 4 | Tipografi | 3 peran: judul, isi, kode/teknis; tiap font diberi label penggunaan dan contoh |
| 5 | Gaya Bahasa | Deskripsi tone, contoh kutipan, microcopy per konteks UI, checklist prinsip |
| 6 | Contoh Penerapan | Minimal 3 konteks nyata |
| 7 | Footer | Logo kecil, deskripsi satu baris, 3 pilar atau tagline |
Tier 2: Kondisional di bertingkat, wajib di lengkap
| # | Section | Kondisi di cakupan bertingkat |
|---|---|---|
| 8 | Filosofi | Brand dijual berdasarkan cerita atau positioning |
| 9 | Nilai Brand | Brand punya nilai yang dikomunikasikan ke audiens |
| 10 | Maskot | Brand punya karakter |
| 11 | Set Ikon | Brand memakai set ikon sendiri |
| 12 | Elemen Visual | Brand memakai ornamen atau motif budaya |
| 13 | Pola Background | Brand memakai pola latar |
| 14 | Aset Tambahan | Ada properti pendukung |
Tier 3: Modul bisnis, opsional di bertingkat, wajib di lengkap
| # | Section | Kondisi di cakupan bertingkat |
|---|---|---|
| 15 | Layanan | Brand menjual jasa/produk bernama |
| 16 | Paket | Layanan punya paket |
Aturan penulisan Brand Spec
- Gunakan Markdown. Bila perlu menampilkan alur atau hierarki, gunakan diagram Mermaid. Jangan menyarankan CSV sebagai sumber data, karena Markdown sudah cukup sebagai sumber kebenaran tunggal.
- Tulis dalam bahasa yang dipakai user (default Bahasa Indonesia). Istilah teknis tetap dalam bentuk aslinya (hex, favicon, microcopy).
- Pertahankan nama section dari board referensi: "Palet Warna", "Tipografi", "Gaya Bahasa", "Contoh Penerapan", "Variasi Logo".
- Setiap nilai warna ditulis sebagai
#RRGGBB. Setiap font ditulis dengan nama persis dan peran. - Sebutkan pasangan warna teks-latar yang aman untuk body text (target rasio kontras minimal 4.5:1) di kolom peran palet.
- Jangan mengarang fakta bisnis (harga, nama layanan, klaim) yang tidak diberikan user. Bila terpaksa mengisi, tandai
[ASUMSI]supaya mudah dicari dan dikonfirmasi. - Aturan penandaan
[ASUMSI]: tandai di tingkat section bila seluruh isi section itu turunan atau versi minimal, dengan menaruhnya di judul (contoh:### 10. Maskot [ASUMSI]). Tandai di tingkat baris atau kalimat hanya untuk satu fakta spesifik di dalam section yang selebihnya berasal dari user atau brief (contoh: janji "dalam 1 hari kerja" di email konfirmasi, atau satu nama layanan yang belum disetujui). Jangan menandai setiap baris tabel di section yang sudah ditandai di judulnya. Ringkasan akhir cukup menyebut daftar section bertanda dan fakta spesifik bertanda. - Bila brand memakai unsur budaya atau agama (batik, kawung, lencana, istilah religi), jaga agar penggunaannya hormat dan tidak merendahkan. Tanyakan bila ragu, jangan berasumsi.
Format prompt gambar
Prompt gambar harus mandiri (bisa ditempel langsung) dan berisi, berurutan: format kanvas, gaya ilustrasi, daftar section dengan isinya, palet dengan hex, dan larangan (misalnya "tanpa teks acak", "teks harus terbaca").
Dua urutan yang berbeda, jangan dicampur:
- Brand Spec mengikuti urutan nomor section (1, 2, 3, ... 16).
- Prompt gambar mengikuti urutan layout kanvas, yaitu baris demi baris dari atas ke bawah: 1, 2, 10, 14, 11, 12, 3, 4, 5, 6, 13, 8, 9, 15, 16, lalu 7 (Footer) paling akhir. Di cakupan bertingkat, lewati nomor yang tidak dipakai tanpa mengubah urutan sisanya.
- Beri awalan nomor standar di tiap section dalam prompt (contoh:
[10] Maskot: ...), supaya jelas section mana yang dimaksud walau urutannya berbeda dari nomor. Tulis semua teks yang harus muncul di gambar secara persis, karena model gambar cenderung salah mengeja teks yang dibiarkan bebas.
Sarankan user memperlakukan hasil gambar sebagai draf visual, dan Brand Spec Markdown sebagai sumber kebenaran untuk hex, nama font, dan copy.
Checklist QA sebelum menyerahkan hasil
- Cakupan yang dipakai (bertingkat/lengkap) disebut di awal Brand Spec
- Semua 7 section Tier 1 ada dan memenuhi isi minimum
- Setiap warna punya nama, hex, dan peran
- Tipografi punya font kode dan label penggunaan tiap font
- Ada versi logo gelap dan favicon
- Gaya bahasa memuat microcopy untuk minimal: hero, CTA, loading, sukses, error 404, email konfirmasi
- Urutan dan penomoran section sesuai standar
- Cakupan lengkap: ke-16 section terisi, tidak ada yang kosong
- Cakupan bertingkat: section yang dilewati dicatat beserta alasannya
- Asumsi ditandai sesuai aturan: per section di judul bila seluruhnya turunan, per baris hanya untuk fakta tunggal; tidak ada tanda ganda di dalam section yang sudah bertanda
- Ringkasan akhir menyebut daftar section dan fakta yang bertanda
[ASUMSI]
Format balasan ke user
Mulai dengan hasil (Brand Spec atau tabel audit), lalu tutup dengan daftar singkat asumsi dan hal yang perlu dikonfirmasi. Jangan mengulang isi spesifikasi di chat jika sudah ada di file.